Sejarah panjang UIN Alauddin Makassar dimulai dari berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) Makassar pada tahun 1960. Sejak awal berdirinya, PTAIN Makassar telah memiliki visi yang kuat untuk memberikan pendidikan Islam yang berkualitas dan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.
Menurut Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, mantan Rektor UIN Alauddin Makassar, “PTAIN Makassar merupakan lembaga pendidikan tinggi yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan keilmuan Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Timur Indonesia.”
Seiring berjalannya waktu, PTAIN Makassar terus melakukan inovasi dan transformasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Pada tahun 2003, PTAIN Makassar resmi berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan potensi akademik dan keislaman.
Dalam buku “Sejarah dan Perkembangan UIN Alauddin Makassar” karya Dr. H. M. Yunus Latief, disebutkan bahwa UIN Alauddin Makassar telah menjadi salah satu universitas terkemuka di Indonesia dalam bidang pendidikan Islam. Dengan berbagai program studi yang ditawarkan, UIN Alauddin Makassar mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pembangunan pendidikan di Tanah Air.
Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar, Guru Besar UIN Alauddin Makassar, menyatakan, “UIN Alauddin Makassar memiliki komitmen yang kuat untuk terus berinovasi dalam memberikan pendidikan Islam yang relevan dengan tuntutan zaman.”
Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki sejarah panjang dan prestasi gemilang, UIN Alauddin Makassar terus berupaya untuk mempertahankan reputasi dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan visi yang lebih luas dan komitmen yang kuat, UIN Alauddin Makassar siap menjadi garda terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keislaman di Indonesia.